menu

Selasa, 21 Mei 2013

10 KISAH ORANG SUKSES TANPA IJAZAH INDONESIA


BERIKUT ADALAH 10 KISAH ORANG ORANG SUKSES DALAM NEGERI YANG TIDAK MEMPUNYAI IJAZAH

kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari tingginya seeorang sekolah atau dengan kata lain tingginya pdidikan formal tapi tekadang kesuksesan seeorang itu bisa disebakan dari kepekaan sesorang dalam menyikapi penglaman hidup dan mau gagal. 


1. Andy F. Noya
Pimpinan redaksi Metro TV ini belum lulus sarjana loh, itu adalah satu hal yang menarik, Andy sebenarnya adalah orang teknik. Sejak lulus SD Sang Timuwa Timur, pria kelahiran Surabaya ini sekolah di Sekolah Teknik Jayapura lalu melanjutkan ke STM Jayapura. “Tetapi sejak kecil saya merasa jatuh cinta pada dunia tulis menulis. Kemampuan menggambar kartun dan karikatur semakin membuat saya memilih dunia tulis menulis sebagai jalan hidup saya,” tutur Andy.


2. Adam Malik

Ternyata orang yg dikabarkan Agen CIA ini ternyata gak pernah ngenyam bangku sekolah


3. M. H. Ainun Najib



Emha Ainun Nadjib hanya tiga bulan kuliah, Pendidikan formalnya hanya berakhir di Semester 1 Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada (UGM). Sebelumnya dia pernah ‘diusir’ dari Pondok Modern Gontor Ponorogo karena melakukan ‘demo’ melawan pemerintah pada pertengahan tahun ketiga studinya, kemudian pindah ke Yogya dan tamat SMA Muhammadiyah I. Selebihnya Beliau jadi pengembara ilmu di luar sekolah hingga dia bisa jadi manusia dengan bermacam sebutan (multifungsi).

4. Abdullah Gymnastiar


Kyai yang kmarin2 ini santer dengan kasus poligaminya,ternyata sukses menjadi kiayi dan wirausahawan (pengusah besar) tanpa ijazah. walaupun sudah lulus, tapi dikabarkan sampai saat ini blm mengambil ijazahnya.

5. Ajip Rosid

Quote:
Dengan tak mau mengikuti ujian akhir SMA nya. Dia menolak ikut ujian karena waktu itu beredar kabar bocornya soal-soal ujian. Dia berkesimpulan bahwa banyak orang menggantungkan hidupnya kepada ijazah. “Saya tidak jadi ikut ujian, karena ingin membuktikan bisa hidup tanpa ijazah”. Dan itu dibuktikan dengan terus menulis, membaca dan menabung buku sampai ribuan jumlahnya. Walhasil sampai pensiun sebagai guru besar tamu di Jepang, Dia yang tidak punya ijazah SMA , pada usia 29 tahun diangkat sebagai dosen luar biasa Fakultas Sastra Universitas Padjadjaran. Lalu jadi Direktur Penerbit Dunia Pustaka Jaya, Ketua Ikapi Pusat, Ketua DKJ dan akhirnya pada usia 43 tahun menjadi profesor tamu di Jepang sampai pensiun.

Berikut Sejarah Pendidikan Beliau :
- Sekolah Rakyat 6 tahun di Jatiwangi (1950)
- Sekolah Menengah Pertama Negeri VIII Jakarta (1953)
- Taman Madya, Taman Siswa Jakarta (1956, tidak tamat)

6. Bob Sadino
Spoiler for ...: 

Quote:
Bob Sadino lahir dari sebuah keluarga yang hidup berkecukupan. Ia adalah anak bungsu dari lima bersaudara. Sewaktu orang tuanya meninggal, Bob yang ketika itu berumur 19 tahun mewarisi seluruh harta kekayaan keluarganya karena saudara kandungnya yang lain sudah dianggap hidup mapan. Bob kemudian menghabiskan sebagian hartanya untuk berkeliling dunia dan tidak melanjutkan kuliah. Dalam perjalanannya itu, ia singgah di Belanda dan menetap selama kurang lebih 9 tahun. Di sana, ia bekerja di Djakarta Lylod di kota Amsterdam dan juga di Hamburg, Jerman. Ketika tinggal di Belanda itu, Bob bertemu dengan pasangan hidupnya, Soelami Soejoed.

Pada tahun 1967, Bob dan keluarga kembali ke Indonesia. Ia membawa serta 2 Mercedes miliknya, buatan tahun 1960-an. Salah satunya ia jual untuk membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan sementara yang lain tetap ia simpan. Setelah beberapa lama tinggal dan hidup di Indonesia, Bob memutuskan untuk keluar dari pekerjaannya karena ia memiliki tekad untuk bekerja secara mandiri.

7. Andrie Wongso
Spoiler for ...: 

Quote:
Anak ke-2 dari 3 bersaudara ini terlahir dari sebuah keluarga miskin di kota Malang. Di usia 11 tahun (kelas 6 SD), terpaksa harus berhenti bersekolah karena sekolah mandarin tempat andrie kecil bersekolah ditutup. Maka SDTT, Sekolah Dasar Tidak Tamat, adalah gelar yang disandangnya saat ini. Masa kecil hingga remajanya pun kemudian dilalui dengan membantu orang tuanya membuat dan berkeliling berjualan kue ke toko-toko dan pasar.

8. Purdi E Chandra
Spoiler for ...: 

Quote:
Sosok Purdi E. Chandra kini dikenal sebagai pengusaha yang sukses. Lembaga Bimbingan Belajar (Bimbel) Primagama yang didirikannya bahkan masuk ke Museum Rekor Indonesia (MURI) lantaran memiliki 181 cabang di 96 kota besar di Indonesia dengan 100 ribu siswa tiap tahun.

Bukan suatu kebetulan jika pengusaha sukses identik dengan kenekatan mereka untuk berhenti sekolah atau kuliah. Seorang pengusaha sukses tidak ditentukan gelar sama sekali. Inilah yang dipercaya Purdi ketika baru membangun usahanya.

Kuliah di 4 jurusan yang berbeda, Psikologi, Elektro, Sastra Inggris dan Farmasi di Universitas Gajah Mada (UGM) dan IKIP Yogya membuktikan kecemerlangan otak Purdi. Hanya saja ia merasa tidak mendapatkan apa-apa dengan pola kuliah yang menurutnya membosankan. Ia yakin, gagal meraih gelar sarjana bukan berarti gagal meraih cita-cita. Purdi muda yang penuh cita -cita dan idealisme ini pun nekad meninggalkan bangku kuliah dan mulai serius untuk berbisnis. Kini kabarnya Purdi E. Chandra sekarang sudah ada lebih dari 500 cabang Primagama di seluruh indonesia.

9. Hendy Setiono


Hendy Setiono (kebab Baba Rafi) mengawali usaha tahun 2003 di Surabaya. Modalnya hanya Rp 10 juta atau sebuah gerobak burger. Kini bisnisnya berkembang pesat dengan menu makanan utama kebab serta santapan ala koboi (burger serta hotdog). Jumlah cabangnya setiap tahun terus bertambah. Terakhir, terdapat 140 outlet tersebar di 25 kota, antara lain Batam, Bali, Bandung, Banjarmasin, Malang, Gresik, Jember, Kediri, Lampung, Padang, Malang, Makasar, Medan, Pasuruan, Pekan Baru, Karawang, Surabaya, Sukabumi, Semarang, Sidoarjo, Tasikmalaya, Jogjakarta, dan Jakarta.

10. Buya Hamka

HAMKA (1908-1981), adalah akronim kepada nama sebenar Haji Abdul Malik bin Abdul Karim Amrullah. Ia adalah seorang ulama, aktivis politik dan penulis Indonesia yang amat terkenal di alam Nusantara.
Hamka mendapat pendidikan rendah di Sekolah Dasar Maninjau sehingga kelas dua. Ketika usia HAMKA mencapai 10 tahun, ayahnya telah mendirikan Sumatera Thawalib di Padang Panjang. Di situ Hamka mempelajari agama dan mendalami bahasa Arab. Hamka juga pernah mengikuti pengajaran agama di surau dan masjid yang diberikan ulama terkenal seperti Syeikh Ibrahim Musa, Syeikh Ahmad Rasyid, Sutan Mansur, R.M. Surjopranoto dan Ki Bagus Hadikusumo

Mudah-mudahan kerja keras orang-orang diatas dapat memotivasi agan-agan untuk berusaha dan berusaha, tiada kata susah, kekurangan biaya atau yang lain demi untuk mengejar sesuatu jika itu terasa sangat tidak mungkin, teruslah bekerja keras dibantu dengan do'a dan tuhan akan melihat seberapa besar impian anda dan tenang saja tuhan tidak tidur, tuhan tau apa yang ia perbuat jika anda terus berusaha. Semoga berguna untuk agan-agan yang cermat dan serius membaca thread ini Bagi iso yang berkenan bolehlah menyumbangkan cendol untuk ane tapi yang belum bisa bantu rate dan komen yang baik ya.
SUMBER :KASKUS.US

Yang Aneh Lainnya

on the spot7
pendidikan nasional

0 comments:

Post a Comment



Kisah Pengusaha Sukses dari Modal Nol


Majalahinovasi.com – Pernahkah anda membayangkan seorang tukang sapu yang bekerja membersihkan jalanan dari sampah dan dedaunan. Atau pernahkah anda membayangkan seorang tukang kuli bangunan yang harus bekerja banting tulang menghadapi panasnya terik sinar matahari demi menafkahi keluarga. Tentu saja anda tidak pernah melirik orang seperti ini.
Tapi pernahkah anda berpikir orang seperti yang tersebut di atas kini menjadi seorang pengusaha sukses yang memiliki omset hingga ratusan juta rupiah setiap bulannya. Mungkin anda akan terkagum-kagum atau cuma bisa melohok melihatnya.
tri-sumono
Tri Sumono
Begitulah yang terjadi pada Tri Sumono yang kini lewat perusahaan CV 3 Jaya, ia mengelola banyak cabang usaha, antara lain, produksi kopi jahe sachet merek Hootri, toko sembako, peternakan burung, serta pertanian padi dan jahe. Bisnis lainnya, penyediaan jasa pengadaan alat tulis kantor (ATK) ke berbagai perusahaan, serta menjadi franchise produk Ice Cream Campina.
Dari berbagai lini usahanya itu, ia bisa meraup omzet hingga Rp 500 juta per bulan. Pria kelahiran Gunung Kidul, 7 Mei 1973, ini mengaku tak pernah berpikir hidupnya bakal enak seperti sekarang. Terlebih ketika ia mengenang masa-masa awal kedatangannya ke Jakarta. Mulai merantau ke Jakarta pada 1993, pria yang hanya lulusan sekolah menengah atas (SMA) ini sama sekali tidak memiliki keahlian.
Ia nekat mengadu nasib ke Ibu Kota dengan hanya membawa tas berisi kaus dan ijazah SMA. Untuk bertahan hidup di Jakarta, ia pun tidak memilih-milih pekerjaan. Bahkan, pertama bekerja di Jakarta, Tri menjadi buruh bangunan di Ciledug, Jakarta Selatan. Namun, pekerjaan kasar itu tak lama dijalaninya. Tak lama menjadi kuli bangunan, Tri mendapat tawaran menjadi tukang sapu di kantor Kompas Gramedia di Palmerah, Jakarta Barat.
Tanpa pikir panjang, tawaran itu langsung diambilnya. “Pekerjaan sebagai tukang sapu lebih mudah ketimbang jadi buruh bangunan,” jelasnya.Lantaran kinerjanya memuaskan, kariernya pun naik dari tukang sapu menjadi office boy. Dari situ, kariernya kembali menanjak menjadi tenaga pemasar dan juga penanggung jawab gudang.
Pada tahun 1995, ia mencoba mencari tambahan pendapatan dengan berjualan aksesori di Stadion Gelora Bung Karno, Jakarta. Saat itu, Tri sudah berkeluarga dengan dua orang anak. Selama empat tahun Tri Sumono berjualan produk-produk aksesori, seperti jepit rambut, kalung, dan gelang di Jakarta. Berbekal pengalaman dagang itu, tekadnya untuk terjun ke dunia bisnis semakin kuat. “Saya dagang aksesori seperti jepit rambut, kalung, dan gelang dengan modal Rp 100.000,” jelasnya.
Setiap Sabtu-Minggu, Tri rutin menggelar lapak di Stadion Gelora Bung Karno. Dua tahun berjualan, modal dagangannya mulai terkumpul lumayan banyak. Dari sanalah ia kemudian berpikir bahwa berdagang ternyata lebih menjanjikan ketimbang menjadi karyawan dengan gaji pas-pasan. Makanya, pada tahun 1997, ia memutuskan mundur dari pekerjaannya dan fokus untuk berjualan.
Berbekal uang hasil jualan selama dua tahun di Gelora Bung Karno, Tri berhasil membeli sebuah kios di Mal Graha Cijantung. “Setelah pindah ke Cijantung, bisnis aksesori ini meningkat tajam,” ujarnya.
Tahun 1999, ada seseorang yang menawar kios beserta usahanya dengan harga mahal. Mendapat tawaran menarik, Tri kemudian menjual kiosnya itu. Dari hasil penjualan kios ditambah tabungan selama ia berdagang, ia kemudian membeli sebuah rumah di Pondok Ungu, Bekasi Utara. Di tempat baru inilah, perjalanan bisnis Tri dimulai.
Pengalaman berjualan aksesori sangat berbekas bagi Tri Sumono. Ia pun merintis usaha toko sembako dan kontrakan. Sejak itu, naluri bisnisnya semakin kuat. Saat itu, ia langsung membidik usaha toko sembako. Ia melihat, peluang bisnis ini lumayan menjanjikan karena, ke depan, daerah tempatnya bermukim itu bakal berkembang dan ramai. “Tapi tahun 1999, waktu saya buka toko sembako itu masih sepi,” ujarnya.
Namun, Tri tak kehabisan akal. Supaya kawasan tempatnya tinggal kian ramai, ia kemudian membangun sebanyak 10 rumah kontrakan dengan harga miring. Rumah kontrakan ini diperuntukkan bagi pedagang keliling, seperti penjual bakso, siomai, dan gorengan. Selain mendapat pemasukan baru dari usaha kontrakan, para pedagang itu juga menjadi pelanggan tetap toko sembakonya. “Cara itu ampuh dan banyak warga di luar Pondok Ungu mulai mengenal toko kami,” ujarnya.
Seiring berjalannya waktu, naluri bisnisnya semakin kuat. Tahun 2006, Tri melihat peluang bisnis sari kelapa. Tertarik dengan peluang itu, ia memutuskan untuk mendalami proses pembuatan sari kelapa. Dari informasi yang didapatnya diketahui bahwa sari kelapa merupakan hasil fermentasi air kelapa oleh bakteri Acetobacter xylium. Untuk keperluan produksi sari kelapa ini, ia membeli bakteri dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Bogor. “Tahap awal saya membuat 200 nampan sari kelapa,” ujarnya.
Sari kelapa buatannya itu dipasarkan ke sejumlah perusahaan minuman. Beberapa perusahaan mau menampung sari kelapanya. Tetapi, itu tidak lama. Lantaran kualitas sari kelapa produksinya menurun, beberapa perusahaan tidak mau lagi membeli. Ia pun berhenti memproduksi dan memutuskan untuk belajar lagi.
Untuk meningkatkan kualitas sari kelapa, ia mencoba berguru ke seorang dosen Institut Pertanian Bogor (IPB). Mulanya, dosen itu enggan mengajarinya karena menilai Tri bakal kesulitan memahami bahasa ilmiah dalam pembuatan sari kelapa. “Tanpa sekolah, kamu sulit menjadi produsen sari kelapa,” kata Tri menirukan ucapan dosen kala itu.
Namun, melihat keseriusan Tri, akhirnya sang dosen pun luluh dan mau memberikan les privat setiap hari Sabtu dan Minggu selama dua bulan. Setelah melalui serangkaian uji coba dengan hasil yang bagus, Tri pun melanjutkan kembali produksi sari kelapanya. Saat itu, ia langsung memproduksi 10.000 nampan atau senilai Rp 70 juta. Hasilnya lumayan memuaskan. Beberapa perusahaan bersedia menyerap produk sari kelapanya. Sejak itu, perjalanan bisnisnya terus berkembang dan maju.
Demikian kisah motivatif tentang Tri Sumono yang membuktikan bahwa dengan ketekunan dan kerja keras pasti bisa meraih setiap apa yang di impikan dan cita-citakan. Semoga kisah di atas bisa menjadi sebuah isnpirasi bagi kita semua. 

Kisah Sukses Orang Indonesia Yang Mendirikan Pabrik Tempe Di Negeri Sakura



بِسْÙ…ِ اللهِ الرَّØ­ْمنِ الرَّØ­ِيمِ

Terlahir di kota kecil Grobogan, Jawa Tengah ternyata tidak menyurutkan semangat juang Rustono (43) untuk meraih mimpi besarnya. Siapa sangka bila seorang mantan bell boy Hotel Sahid Yogyakarta ini sekarang bisa sukses merintis usaha tempe di negeri sakura (Jepang) serta mendapatkan gelar khusus yakni The King of Tempe.


usaha tempe 200x150 Sukses Merintis Usaha Tempe di Negeri Sakura

Meskipun bisnisnya kini telah berkembang dengan pesat, namun perjalanan suksesnya dalam membangun usaha tempe tidaklah semulus apa yang kita bayangkan. Setelah memutuskan untuk menuntut ilmu di Akademi Perhotelah Sahid pada tahun 1987, Ia kemudian merintis karirnya sebagai seorang bell boy di Hotel Sahid Yogyakarta hingga bertahun-tahun lamanya. Pengalaman inilah yang kemudian mempertemukan Rustono dengan seorang wanita asli Jepang bernama Tsuruko Kuzumoto, yang kini telah dipersunting sebagai istrinya.

Di tahun 1997, Rustono memutuskan untuk hijrah ke Kyoto, Jepang untuk melanjutkan hidup baru bersama istri tercintanya. Dari sinilah perjuangan Rustono mulai dirintis dari awal. Ia bekerja di beberapa perusahaan Jepang mulai dari perusahaan sayur-mayur higga perusahaan roti yang semuanya menuntut ketelitian dan tanggungjawab cukup besar dari para karyawannya. Rustono yang saat itu berprofesi sebagai seorang karyawan, mendapatkan banyak ilmu dari masyarakat di negeri matahari terbit tersebut, baik dari perilaku hidup sehari-hari maupun dari segi etos kerja para karyawan yang relatif cukup tinggi.


Awal Merintis Usaha Tempe

pengusaha sukses 133x200 Sukses Merintis Usaha Tempe di Negeri Sakura
Berbekal pengalaman dan pengetahuannya di beberapa sektor industri, hati kecil Rustono mulai terdorong untuk membuka peluang bisnis baru yang belum pernah ada sebelumnya di Negara Jepang. Terinspirasi dari makanan nato (sebangsa makanan dari kedelai yang rasanya sangat khas orang Jepang), ayah dari Noemi Kuzumoto ini mencoba menekuni sektor bisnis makanan dan membuat tempe dengan sedikit pengetahuan yang pernah Ia ketahui.

Proses trial and error Ia jalani kurang lebih selama empat bulan, bahkan Ia rela pulang ke Indonesia selama tiga bulan hanya untuk belajar membuat tempe yang lezat dari 60 pengrajin tempe di seluruh Pulau Jawa. Kuatnya tekad dan semangat Rustono untuk terus belajar memproduksi tempe, akhirnya membuahkah hasil manis sehingga Ia berhasil membuat tempe yang lezat dengan bantuan ragi dari Indonesia, dan memanfaatkan sumber mata air di sekitar kediaman mertuanya.

Setelah berhasil memproduksi tempe dengan sempurna, ternyata masih banyak kendala usaha yang dihadapi oleh Rustono. Salah satunya yaitu mengenai izin produksi di Negara Jepang yang cukup rumit (harus melalui berbagai tahap penelitian dan tes), serta kendala iklim alam yang kurang bersahabat karena memiliki kelembapan udara kurang dari 60%, sehingga proses fermentasi tempe tidak bisa berjalan maksimal tanpa bantuan peralatan khusus yang bisa menjaga kestabilan cuaca.

Semua kendala tersebut dijadikannya sebagai sebuah tantangan baru, hingga pada akhirnya Ia berhasil mengantongi perizinan dari pemerintah setempat dan memasarkan produk tempenya dengan merek Rusto Tempeh yang dilengkapi dengan ilustrasi gambar suasana kehidupan kampung di Pulau Jawa. Dengan memanfaatkan kemasan produk 200 gram, sekarang ini kapasitas produksi Rusto Tempeh bisa mencapai 16.000 bungkus setiap lima hari. Ia memasarkan produk tempenya hampir ke seluruh kota di Jepang, baik di perusahaan jasa boga, rumah makan vegetarian, toko swalayan, sekolah-sekolah, hingga ke beberapa rumah sakit di Fukuoka.

Kerja keras dan semangat juang Rustono di negeri sakura, kini telah terbayar dengan keberhasilan usaha tempe yang Ia rintis. Bila dulunya usaha tempe Rustono dijalankan di rumah kecilnya, kini suami Tsuruko Kuzumoto ini telah membangun pabrik tempe di kawasan pinggir hutan yang bermata air dan memanfaatkan lahan seluas 1.000 meter2. Semoga kisah pengusaha sukses dari Grobogan, Jawa Tengah ini memberikan manfaat bagi para pembaca dan menginspirasi seluruh lapisan masyarakat untuk segera memulai usaha. Maju terus UKM Indonesia dan salam sukses.

sumber: http://bisnisukm.com/sukses-merintis-usaha-tempe-di-negeri-sakura.

satu juta mimpi untuk satu harapan

  Keprihatinan pun mulai akrab dengan kehidupan sehari-harinya. Dengan uang yang sangat terbatas, Dalam situasi sulit itu dia kemudian melayangkan visi yang sangat kritis ke depan. ‘’Bagaimana masa depan saya? Bagaimana saya akan memapankan diri jika setelah bekerja gaji tersedot untuk membayar hutang pendidikan? Bagaimana saya bisa membahagiakan orang tua jika waktu akan habis digunakan untuk bekerja keras guna membayar cicilan hutang?’’ untuk berpikir keras, bekerja keras, mencari jalan untuk mencapai harapan yang terbesar yakni, menuju kebebasan finansial di usia 50 tahun yang akan datang Mulai dari mencoba mengembangkan bisnis MLM sampai jual beli . Beberapa bisnis yang dicobanya  gagal. Alasan yang membuat saya pantang  menyerah adalah usianya yang tidak muda lagi , sehingga  merasa lebih bebas dan lebih berani mengambil resiko. Tanpa perlu merasa terbebani denga kemungkinan gagal atau keharusan untuk berhasil, saya akan lebih senang memilih untuk memfokuskan diri pada pengalaman dan pelajaran yang ia bisa dapatkan selama fase-fase awal karirnya.

Minggu, 19 Mei 2013

peluang usaha Amway bersama Network21

peluang usaha Amway bersama Network21 — Bangkalan
peluang usaha Amway bersama Network21 - indonesia
29 Mar 2011
Tanggal Terpasang

Rincian iklan

The Cashflow Quadrant diatas adalah metode yang diajarkan oleh Robert T.Kiyosaki.
Dimana dari diagram tersebut orang lebih senang membagi menjadi 2 bagian, yaitu Kuadrat Kiri / Active Income dan Kuadran Kanan / Passive Income.
Kuadran Kiri / Active Income
Kuadran ini adalah penghasilan yang didapat dari aktivitas kerja kita, tanpa aktivitas kerja tidak akan mendapatkan penghasilan.
Didalamnya terdapat Kuadrant E / Employee / Pekerja dan Kuadran S / Self Employee / Bekerja untuk dirinya sendiri.
Pada Kuadran E ini diantaranya seorang Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, Buruh yang bekerja pada suatu intansi atau perusahaan untuk mendapatkan penghasilan.
Pada Kuadran S ini diantaranya seorang Pengacara, Dokter yang bekerja untuk mendapatkan penghasilan dengan cara bekerja untuk dirinya sendiri.
Kesimpulan : Jadi seseorang yang berada di Kuadran Kiri untuk mendapatkan Impiannya harus bekerja terlebih dahulu tetapi jika orang tersebut sakit atau tidak bekerja maka tidak akan mendapatkan impiannya.
Kuadran Kanan / Passive Income
Kuadran ini adalah penghasilan yang didapat tanpa kita harus beraktivitas kerja, tanpa aktivitas kerja tetap akan mendapatkan penghasilan.
didalamnya terdapat Kuadran B / Bussiness Owner / Pemilik Bisnis dan Kuadran I / Investor / Penanam Modal.
Pada Kuadran B ini diantaranya Pengusaha, Bisnis networking yang mendapatkan penghasilannya berasal dari aset yang dibangun sehingga mendapatkan Passive income.
Pada kuadran I ini adalah Penanam Modal yang mendapatkan penghasilannya berasal dari investasi yang ditanamkan sehingga sehingga mendapatkan Passive Income.

Kesimpulan : Seseorang yang berada di Kuadran Kanan untuk mendapatkan impiannya mereka membangun aset jaringan / networking dan investasi terlebih dahulu baru mendapatkan hasilnya. Walaupun orang tersebut sakit atau tidak bekerja, ia masih mendapatkan penghasilannya dari aset jaringan tersebut.
Untuk menjadi seseorang yang berada di kuadran kanan tidak selalu harus dilakukan oleh konglomerat ynag memiliki modal yang besar, tetapi menurut Robert T.Kiyosaki siapapun mempunyai peluang yang besar untuk berada di kuadran kanan. Dari semua kuadran kanan itu yang paling disukai yaitu Network Marketing dikarenakan modal dan resiko yang kecil, tempat dan waktu yang fleksibel dan sistem marketing yang mudah dan dapat dimengerti semua orang.
ingin penghasilan tambahan?
ingin berbisnis dengan modal kecil?
membangun jaringan tanpa system MLM??
Hub :
facebook : deddyudvian atau
0857 3259 0363

What Is Amway? What Is Their Business Model? Robert Kiyosaki explains...

http://youtu.be/bPiQnda5ySU

Go Diamond Network 21 Amway Lampung (Mulia - Meiry).mp4

http://youtu.be/u4hHhLN-hJ0

Network Twentyone, also known as Network 21, is an education, training, and support system for Independent Business Owners (IBOs) working with the Amway business. It refers both to the company supplying professional development programs and to the network of affiliated IBOs themselves.[1][2][3] It was founded in 1990 by Americans Jim and Nancy Dornan, IBOs with Amway, originally to support their Amway network in the United States and Australia.[4] Through Network Twentyone senior Amway IBOs promote BSM (business support materials) to the captive market represented by the lower levels of the pyramid providing the IBOs at the top with an additional and independent source of income to that derived from bonus payments arising from the sales generated by the lower levels of the organisation. The income of those who are at the top of the pyramid is derived substantially from the sales efforts of several or perhaps many levels of IBOs below them[5] Network TwentyOne operates in more than 35 countries and is considered one of the largest Amway related organisations in the world.[1][6][7]
In 2007, the UK Government Department of Trade and industry petitioned to ban Network 21 and Amway with the complaint of "distributors more focused on selling their motivational books, tapes and seminars to salespeople than peddling Amway merchandise".[6][8] The petitions were later dismissed after major reforms to fix company faults were made.[9][10][11][verification needed] In 1997 the organisation was the focus of a controversial Polish documentary, Witajcie w życiu! (Welcome to life!).[3][12]

SUPPORT SYSTEM = LEMBAGA PENDIDIKAN BISNIS

Apakah anda sekarang berbisnis MLM? tentunya anda tahu apa itu support sistem kan? Yup support sistem merupakan sistem pendukung yang ada di setiap organisasi bisnis MLM di mana bertujuan sebagai alat agar berjalan sesuai dengan arah yang diinginkan. Arah-arah tersebut apa aja to? Misalnya seperti, jika mengikuti support sistem anda bisa naik peringkat dan bahkan bisa sampai puncak peringkat, dengan mengikuti support sistem anda bisa tahu tentang produk dan marketing plan, dengan mengikuti support sistem anda akan bisa belajar bagaimana cara berkomunikasi, cara berpresentasi, cara mengundang, dan cara memfollow up prospek, dan sebagainya.
Maka dari itu support sistem sanga dibutuhkan hampir semua member yang ada di setiap MLM. Tanpa support sistem semua akan kacau balau. Organisasi Support sistem yang mengajari semuanya kepada perusahaan MLM saat ini adalah Network 21-Amway. Memang saya acungi jempol untuk organisasi Network 21. harap diingat Network 21 merupakan organisasi dan terpisah dengan perusahaan Amway jadi tidak ada hubungan antara Amway dan Network 21. Cuma Amway memakai jasa Network 21 dalam membina para member Amway-nya agar bisa berhasil dan sukses.


Kerja sama antara Amway dengan Network 21 sangat sukses, Amway memiliki omzet penjualan yang bagus dan meningkat terus tiap bulan bahkan tahunan, sedangkan Network 21 juga mendapatkan duit yang sangat besar sekali dari program-program pendidikannya. Program-program pendidikan Network 21 seperti : Acara presentasi tiap minggunya, pelatihan produk, pelatihan kepemimpinan, acara seminar besar, dan sebagainya. Yang mana dari program-program tersebut dilaksanakan sesuai jadwal yang sudah dirancang oleh Network 21 tiap bulannya. Jadi, support sistem ini bisa disebut sebagai lembaga pendidikan bisnis di lingkungan para member MLM nya.
Setelah eranya Amway dan Network 21, banyak bermunculan jenis organisasi yang mirip dan bahkan hampir sama dengan program support sistem Amway. Saya ambil contoh Tianshi. Pada tahun 2002 dikenal dengan support sistem LNI (Lion Network Intrnational) dan SQN (Silver Quantum Network) tapi yang paling besar saat itu adalah LNI-nya pak Trisulo. Dan bisa anda bayangkan berapa duit yang bisa didapatkan oleh LNI saat itu. Kalau boleh saya blak-blak an adalah berapa duit yang didapat oleh pak Trisulo dengan LNI-nya.
Tapi yang jelas pada saat itu yaitu tahun 2002 hingga 2004 bperkembangan jaringan atau omzet penjualan Tianshi begitu fantastis besarnya, terutama perkembangan jaringan pak Trisulo. Perkembangan jaringan aau omzet penjualan yang fantastis di jaringan Trisulo berimbas pada fantastisnya duit yang mengalir dari support sistem LNI.
Mari kita berhitung dengan itungan kasarnya saja. Pada tahun 2003 – 2004, kira-kira berapa duit yang diterima pak Trisulo dari LNI-nya. Pertama kita lihat dari acara yang disebut dengan sukses seminar yang diselenggarakan tiap bulannya di kota-kota tertentu dengan cara bergiliran. Berdasarkan apa yang saya lihat waktu itu, karena pernah diundang oleh teman, jumlah pengunjung acara Sukses Seminar (SS) di Jogja hampir berjumlah 2,000-3,000 orang. Harga tiket rata-rata berkisar Rp. 50,000/orang (tapi ada harga diskon jika beli 1-2 minggu sebelum acara, namanya early bird). Ok katakanlah yang hadir sekitar 2,000 orang saja deh berarti 2,000 orang X Rp.50,000 = Rp. 100 juta sekali acara. Tapi inget itu baru kotor dan harus dikurangi dengan biaya sewa, bayar orang yang mbantu sebagai EO-nya, membayar pembicara seminar baik itu dari MC hingga pembicara utama. Kira-kira sampai berapa ya keuntungannya? Padahal orang yang beli tiket tidak dapat makan dan minum loh. Kalau saya pikir minimal Rp. 50 juta sekali acara masuk ke kantong pak Trisulo. Tapi ingat itu baru di satu kota. Bagaimana jika dalam 1 bulan ada 4 acara SS di 4 kota dengan rata-rata pengunjung yang hampir sama (asumsi) berarti pak Trisulo mendapat duit sebesar Rp. 200 juta dalam waktu 1 bulannya.
Dari keuntungan Rp 200 juta tiap bulannya coba dikalikan selama 12 bulan (1 tahun, dari awal tahun 2003 hingga akhir tahun 2003) berarti uang yang didapat pak Trisulo dengan penjualan tiket SS sebesar Rp. 200 juta X 12 bulan (dengan asumsi 1 bulan ada kegiatan SS sebanyak 4 kali) = Rp. 2,400,000,000 (miliyaran cing).
Wah wah wah pasive income donk + belum lagi dapat dari penjualan kaset motivasi, buku-buku, katalog, brosur, stater kit, CD + bonus jaringannya. Mari kita bahas dari segi penjualan kaset. Harga satu kaset motivasi Rp. 15,000 dan dibeli oleh seluruh jaringan Tianshi di Indonesia pada tahun 2003 – 2004 sebanyak 10,000 member berarti keuntungan dari penjualan kaset motivasi dengan pembicara Leader Louis Tendean misalnya, sebesar Rp. 15,000 X 10,000 = Rp. 150 juta. Perlu diketahui, keuntungan sebagai pembicara kaset motivasi misalnya tadi adalah pak Louis Tendean mendapat royalti fee dari kaset sebesar 10% X150 juta = Rp. 15 juta, berarti keuntungan buat pak Trisulo adalah :
Penjualan kaset (10,000 kaset/bulan) : Rp. 150 juta
Royali kaset : Rp. 15 juta (10%)
Ongkos bahan baku+cetak kover : Rp. 40 juta (40%)
Diskon khusus untuk Stokis : Rp. 7,5 juta (5%)
Lain-lain : Rp. 15 juta (10%)
———————————– -
Keuntungan bersih penjualan : Rp. 72,500,000 (35%)
Keuntungan bersih dari penjualan kaset motivasi LNI sebesar Rp. 72,500,000 dengan catatan tiap bulan laku 10,000 kaset. Selama setahun bisa meraup keuntungan sebesar Rp. 72,500,000 X 12 = Rp. 870,000,000. Kalau menurut saya penjualan sebanyak 10,000 kaset tiap bulan malah mungkin terjadi dan bahkan bisa lebih. Apalagi waktu itu LNI bisa mengeluarkan lebih dari satu kaset motivasi tiap bulannya. Keuntungan akan semakin besar lagi tentunya.
Kalau tadi saya sudah menghitung (walaupun sekedar asumsi walaupun sebenarnya bisa menjadi kenyataan) keuntungan dari support sistem LNI dari sisi penjualan tiket acara seminar sukses dan penjualan kaset motivasi, sebenarnya keuntungan akan semakin besar lagi, kalau saja penjualan lainnya kita hitung bersama (tidak akan cukup) jika dilihat dari penjualan stater kit, buku-buku ijo, buku tentang produk, pin bronze lion, silver lion dan gold lion, foto-foto para leader sukses, pokoknya banyak deh yang bisa dijadikan uang oleh organisasi support sistem.
Maka tidak heran kalau leader yang sukses plus memiliki organisasi support sistem pasti pundi-pundi uangnya banyak banget kan. Dan bisa digunakan sebagai ajang penipuan kepada para member Tianshi, seperti :
Jumlah mobil mewah yang dipunya dibanyakin, misal kalau sudah punya BMW seri 3 beli lagi BMW seri terbaru seperti BMW seri 7, tambah lagi beli Mercy yang terbaru (harga 3 miliyar) biar keliatan kalau bonus jaringannya gede.
Menambah jumlah rumah yang lebih mewah lagi. Biar keliatan bonusnya juga gede dan gampang untuk cuap cuap.
Mungkin tambah istri kali ya…….auk ah gelap
Melihat kesuksesan pak Trisulo berhasil meraup uang banyak dari organisasi support sistem buatannya, maka pak Louis juga ikutan tuh (mungkin gak tahan liat lahan basah di suuport sistem kali ya) dengan mendirikan organisasi support sistem bernama UNICORE. Organisasi support sistem Unicore ini memiliki pengikut 80 % jaringan di seluruh Indonesia + Malaysia + Hongkong + Australia + Korea Selatan, dan semuanya adalah jaringannya pak Louis Tendean. Wow betul-betul lahan basah lagi nih buat Pak Louis. Maka jangan heran jika pak Louis ini bisa beli mobil dan rumah mewah terus, dan jangan kaget jika beberapa member Tianshi di jaringannya ada yang mengatakan bonus pak Louis di Tianshi sebesar Rp. 5 milyar/bulan dan bahkan Rp. 10 milyar/bulan. Sebenarnya jika dikoreksi, yang benar adalah : bonus pak Louis di Tianshi dan di Unicore sebesar …bla….bla..bla itu yang benar. Cuma apakah member Tianshi dah tahu akan hal ini? Atau pura-pura dungu atau bego atau bodoh atau pura-pura idiot???
Itulah mengapa tulisan saya yang sebelumnya Support Sistem = Kran Uang bagi Para Leader adalah benar adanya dan memang fakta yang tidak bisa dibantah sedikitpun sebab Amway dengan Network 21 seudah membuktikannya. Jangan lupa pak Trisulo dulunya adalah mantan anggota Amway sekaligus Network 21 Indonesia. Bagaimana dengan pak Louis? Tanya aja ke dia, saya yakin sebelum ikut Tianshi dia adalah pemain MLM besar. Jadi tidak heran dia jago sekali berbicara, mempengaruhi orang, mencuci otak member-membernya.
Itulah pendapat saya mengenai organisasi support sistem di tubuh Amway dan Tianshi. Semoga bermanfaat bagi anda yang mungkin orang Tianshi maupun yang bukan. Silahkan saya tunggu pendapat anda sekalian. Terima kasih

History of the Chamber

The Parliament of New South Wales is the longest sitting legislature in Australia, first sitting in 1824. For further information on the history of the Legislative Assembly, please visit the History of Democracy in NSW pages of this website.

The Building
The Parliament of New South Wales occupies the oldest building in the city centre, built as part of the nation's first permanent hospital. The colonnaded central part of the building facing Macquarie Street was completed in 1816 as part of Governor Macquarie's General Hospital – known as the Rum Hospital because its construction was financed by the importation of rum to the colony.

The hospital had a large central building – the main hospital – and two smaller wings that served as Surgeons' Quarters. The central building was demolished and replaced in 1894 by the Sydney Hospital, but the two smaller wings remain. The northern wing, now the colonnaded facade of Parliament House, was originally built as the Principal Surgeon's quarters while the Mint building served as the Assistant Surgeon's quarters.

From 1829 a room on the ground floor of the Surgeons' Quarters was used as the first Legislative Council Chamber. In 1843 the Legislative Council was increased to 36 members, resulting in the need for a larger Chamber. The current Chamber was constructed on the northern end of the building and used by the Legislative Council until 1856.

The Chamber
The Interior of the Legislative Assembly ChamberThe Legislative Assembly Chamber is Australia’s oldest legislative chamber. Designed by the Colonial Architect, Mortimer Lewis, it has been used by the Legislative Assembly since the establishment of responsible government and a bicameral Parliament in 1856.

The Chamber is rectangular in shape with rows of benches facing each other along each of the longer sides. See the image gallery for a virtual tour of the Chamber and more photos.


Colours and Decorations
The colour used in the Chamber follows the British tradition of green for the Lower House (with red being used for the Upper House). When the Chamber was built the windows were painted green to reduce glare. Contemporary watercolours from this time show the upholstery of the new Chamber as being green, with the walls being a light stone colour. A major feature was the cedar, Gothic styled Speaker's Chair.

Later photographs show a larger Chamber, lengthened in 1859 by 15 feet towards the Domain, still with green upholstery. In 1908 the Chamber was redecorated with the addition of a new pressed-metal ceiling to replace the previous plaster; green carpet; walls being repainted and stencilled in sage and emerald greens; and polished cedar features being painted in brown and green tones.

In the 1950s, fluorescent lighting was installed and the Chamber was painted white. Subsequent renovations in the early 1980s restored the Chamber its 1908 appearance.

Inside the LA Chamber Showing the Coat of Arms and State FlagThe New South Wales Coat of Arms sits above the Speaker’s Chair as a symbol of the sovereignty of New South Wales. Prior to 2007 the Royal Coat of Arms was hung in the Chamber but it was replaced with the New South Wales Coat of Arms in accordance with the State Arms, Symbols and Emblems Act 2004. The NSW State Flag and the Aboriginal Flag hang on the Chamber's northern wall, above the government benches.

The Speaker's Chair was hand carved by a Member of the Assembly, Ninian Melville, in 1886.

A portrait of William Charles Wentworth has hung in the Chamber since 1859. Wentworth was a Member of the pre-responsible Government Legislative Council and, although he was never a Member of the Legislative Assembly, he was integral to the push for responsible government.

A bronze memorial tablet hanging in the Chamber remembers two serving Members – Lieutenant-Colonel George Frederick Braund and Sergeant Edward Rennix Larkin – who were killed in action at Gallipoli in 1915.

The Table
The Table in the Legislative AssemblyThe Table near the centre of the Chamber, which separates the government and opposition benches, plays a central role. Members speak 'at the Table'; papers become public documents when they are 'tabled' on it; and the Clerks work 'at the Table'.

For information on visiting the Legislative Assembly of New South Wales, please see Visiting the Chamber, Visiting and Tours, and School Tours.

For more pictures of the Chamber and its setting, please visit the LA Image Gallery

Legislative Assembly Public Sector Seminars

The Legislative Assembly of NSW Chamber

'Introduction to the New South Wales Legislative Assembly'

The seminars provide practical information on the role and functions of the Legislative Assembly.

The sessions focus on the interaction between the Executive Government and the Legislative Assembly and the implications of that process for government departments and agencies.

Upcoming sessions

The mace of the NSW Legislative AssemblySeminars are scheduled for the following dates in 2013:

Wednesday 1 May 2013 (seminar is fully booked);

Wednesday 21 August 2013 (seminar is fully booked); and

Wednesday 23 October 2013 (seminar is fully booked).

We are currently taking names for seminars to be conducted throughout 2014. The dates will not be confirmed until the sitting days are known.



An information brochure, and sample program are available below.




LA Public Seminar Brochure.pdfLA Public Seminar Brochure.pdfSample program.pdfSample program.pdf

The role of the Speaker


Legislative Assembly

The role of the Speaker

The Speaker
The Speaker is the Presiding Officer of the Legislative Assembly and as such must act with both authority and impartiality. The office of the Speaker is recognised in section 31 of the Constitution Act. The Speaker is described as the Legislative Assembly's "independent and impartial representative".

Legislative Assembly Speaker Shelley Hancock is Sworn InThe first act of a newly elected Parliament, after Members have taken the Pledge of Loyalty, is the election of a Speaker. Section 31B of the Constitution Act together with Standing Order 10 outline the method for the election of the Speaker, which will be by a secret ballot if there is more than one nomination.

By authority of a colonial minute dating back to 1885, the Speaker holds office from the date of election, during the period of dissolution to the election of a successor.

There are important provisions in the Constitution Act 1902 which relate to the Office of Speaker: what happens when the Speaker is absent from the State; the fact that the Speaker is not counted in a quorum; the Speaker's casting vote; the right of the Speaker to participate in debate and vote in divisions when not presiding in the Chair; and the fact that Members resign to the Speaker.

Under section 70 of the Parliamentary Electorates and Elections Act 1912, the Speaker issues writs to fill vacancies caused otherwise than by a General Election.

The Speaker's role in the House is to maintain order, put questions after debate and conduct divisions. In maintaining order the Speaker interprets and applies the Standing Orders and practice of the House by making rulings and decisions. The Speaker's decisions are, however, subject to the will of the House exercised through a motion of dissent. (S.O. 95)

The Speaker's Chair in the Legislative AssemblySection 31 of the Constitution Act 1902 provides for the Speaker, when not presiding, to take part in any debate or discussion and vote on any question which may arise in the Legislative Assembly. However, in accordance with section 32 of the Constitution Act 1902 when presiding the Speaker can only exercise a casting vote when the votes are equal.

The Speaker is the mouthpiece for the House, for example, conveying Messages and Addresses from the House to the Governor. The Speaker is also charged with upholding the rights and privileges of Members and of the House.

Outside the House, the Speaker performs various duties relating to visits from foreign Heads of State, receiving foreign delegations, leading parliamentary delegations overseas and representing the Assembly at various national and international conferences.

The Speaker also has extensive administrative functions, being responsible, with the President, for the overall direction of the Parliament. In this, the Presiding Officers are advised by the Clerks of both Houses and the Executive Manager of the Department of Parliamentary Services. The Speaker is solely responsible for the operation of the Department of the Legislative Assembly.

The Speaker of the Legislative Assembly









Mrs Hancock was elected as the Speaker of the Legislative Assembly on 3 May 2011.

For more information on the role of the Speaker, see:

The Role of the Speaker

New South Wales Legislative Assembly Practice, Procedure and Privilege, Chapter 5.1

For more information on other officer holders in the Legislative Assembly, see:

Other office holders

AMWAY AND NETWORK 21


Mr Carl Scully to the Minister for Consumer Affairs, Minister Assisting the Minister for Roads and Minister Assisting the Minister for Transport—


(1) (a) Is she aware of the methods used by promoters of Amway products to obtain sales?
(b) Do some of these methods include dishonest, unethical and inappropriate behaviour?
(c) What steps will she take to warn the general community of the methods and harassment of potential purchasers used by promoters of Amway products?
(2) (a) Is she familiar with the organisation Network 21?
(b) Is she aware that this organisation promotes the sale of Amway products by engaging in dishonest conduct and unethical methods?
(c) Will she instruct the Department to launch an investigation into Amway and Network 21 and the methods used by both organisations to promote their products?
(d) Will she warn the general public to be careful when having any contact with any person from Network 21 in particular, and in general any person promoting Amway products?


Answer—


(1) (a) Distributors of Amway products usually obtain sales by showing the Amway catalogue to family, friends and workmates who are invited to make purchases.
Distributors obtain a commission from sales.
Distributors also generate income by receiving commissions on the sales of other distributors who they have introduced to the system.
(b) Amway is reputed to have around 100,000 distributors throughout Australia. Complaints against Amway or Amway distributors are very few and indicate little cause for concern. My Department recently prosecuted an Amway distributor for misleading conduct involving the potential recruitment of distributors. This followed a complaint from Amway Australia Pty Ltd concerned that the distributor was promoting a work-at-home scheme that was not subject to the company's Rules of Conduct.
(c) Should the honourable member be in possession of specific information about dishonest or unethical methods of promotion and harassment of potential purchasers, that information should be brought to the attention of the Department of Consumer Affairs for investigation.
(2) (a) I am aware that Network 21 is a subgroup of Amway distributors which incorporates a program of motivational training.
(b) My Department has only had three formal complaints against Network 21 which were very minor in nature. A small number of telephone enquiries have been received from callers who have alleged that certain Network 21 distributors have engaged in undesirable selling practices, however, there has been no information provided on a formal basis to enable the allegations to be properly considered by the Department.

(c) Subject to my response to answer (1) (c) above, there does not appear to be any substantial reason to launch an investigation into Network 21 or Amway Australia.
(d) At this time there appears to be no justification for issuing a public warning against Network 21 or Amway Australia.





amway

Amway (short for American Way) is an American multinational direct-selling company that sell a variety of products, primarily in the health, beauty, and home care markets to consumers and independent business owners.[3][4][5] Amway was founded in 1959 by Jay Van Andel and Richard DeVos. Based in Ada, Michigan, the company and family of companies under Alticor reported sales of USD$11.3 billion for the year ended December 31, 2012 - the seventh consecutive year of growth for the company.[1] Its product lines include home care products, personal care products, jewelry, electronics, Nutrilite dietary supplements, water purifiers, air purifiers, insurance and cosmetics. Amway conducts business through a number of affiliated companies in more than a hundred countries and territories around the world.[6] Amway was ranked No.114 among the largest global retailers by Deloitte in 2006, and No.25 among the largest private companies in the U.S. by Forbes in 2012.[7]

Jay Van Andel and Richard DeVos, friends since school days, had been business partners in various endeavors including a hamburger stand, air charter service, and a sailing business. In 1949 they were introduced by Neil Maaskant (Van Andel's second cousin) to the Nutrilite Products Corporation. Nutrilite was a California-based direct sales company founded by Dr. Carl Rehnborg, developer of the first multivitamin marketed in the United States. In August 1949, after a night-long talk, DeVos and Van Andel signed up to become distributors for Nutrilite food supplements.[8][page needed] They sold their first box the next day for $19.50, but lost interest for the next two weeks. Shortly thereafter, at the urging of Maaskant, who had become their sponsor, they traveled to Chicago to attend a Nutrilite seminar. The meeting was at a downtown hotel, with over a hundred people in attendance. After seeing promotional filmstrips and listening to talks by company representatives and successful distributors, they decided to pursue the Nutrilite business opportunity with enthusiasm. They sold their second box of supplements on their return trip to Michigan, and rapidly proceeded to develop their new business further.[8][page needed]
In 1949, DeVos and Van Andel had formed Ja-Ri Corporation (abbreviated from their respective first names) for importing wooden goods from South American countries. After their trip to the Nutrilite seminar, they dropped[clarification needed] this business and Ja-Ri became their Nutrilite distributorship.[9] In addition to profits on each product sold, Nutrilite also offered commission on the sales of products by new distributors introduced to the company by existing distributors—a system today known as multi-level marketing or network marketing. By 1958, DeVos and Van Andel had built an organization of over 5,000 distributors. However, following concerns about the stability of Nutrilite, in April 1959 they and some of their top distributors formed The American Way Association to represent the distributors and look for additional products to market.[10]
Their first product was called Frisk, a concentrated organic cleaner developed by a scientist in Ohio. DeVos and Van Andel bought the rights to manufacture and distribute Frisk, and later changed the name to LOC (Liquid Organic Cleaner).[11] They subsequently formed Amway Sales Corporation to procure and inventory products and to handle the sales and marketing plan, and Amway Services Corporation to handle insurance and other benefits for distributors (Amway being an abbreviation of "American Way").[12] In 1960 they purchased a 50% share in Atco Manufacturing Company in Detroit, the original manufacturers of LOC, and changed its name to Amway Manufacturing Corporation.[13] In 1964 the Amway Sales Corporation, Amway Services Corporation, and Amway Manufacturing Corporation merged to form a single entity, Amway Corporation[14] Amway bought control of Nutrilite in 1972 and full ownership in 1994.[15]

Beberapa Ciri Desain Blog atau Web yang Bagus untuk SEO



Beberapa Ciri Desain Blog atau Web yang Bagus untuk SEO

desain web seo - jokosusilo.comBeberapa minggu lalu, saya berikan sedikit tips menulis untuk seo. Saat ini saya akan kupas satu lagi yang (masih) ada hubungannya dengan seo, yaitu desain blog atau website yang bagus untuk kepentingan SEO.
Kira-kira seperti apa desain blog atau web yang bagus untuk SEO?

1. Kecepatan akses

Semakin cepat template blog/web anda tersebut, akan semakin baik. Tak hanya search engine seperti google, pengunjung pun akan lebih senang jika web anda cepat untuk dibuka.
Jelas pemilihan desain yang cepat dibuka dianjurkan di sini. Upayakan agar setiap elemen di web/blog betul-betul dibutuhkan. Jika tidak dibutuhkan, singkirkan saja. Untuk cek kecepatan website anda, bisa baca artikel saya di sini.

2. Validasi web

Pastikan desain web yang anda pakai sudah tervalidasi, sehingga sudah support html/xhtml, juga css, begitu pun dengan aksesibility-nya, feed-nya. Coba cek juga tampilannya di beberapa browser dan di beberapa alat seperti PC, laptop/netbook, dan handphone.

3. Home Page Merupakan Halaman Terpenting

Home page atau beranda web atau blog anda adalah halaman yang paling penting. Karena itu perlu dipastikan halaman utama ini mudah untuk di-crawl oleh search engine, dan memiliki navigasi serta struktur halaman yang bagus untuk SEO.

4. URL-nya SEO-friendly

Pastikan juga SEO-nya seo friendly.
Contoh URL yang tidak SEO-friendly
http://www.jokosusilo.com/?p=25
Contoh url yang bagus untuk SEO
http://www.jokosusilo.com/2013/04/25/apa-yang-dimaksud-bounce-rate/
Tentu ini belum semua ciri desain web yang bagus untuk SEO. Karena itu saya pancing anda untuk berkomentar. :) Sampaikan pendapat anda mengenai desain web atau blog yang bagus itu cirinya seperti apa. Boleh juga berkomentar mengenai isi artikel ini. Monggo…

Tips Menulis untuk SEO

Kali ini saya akan berbagi soal tips menulis untuk seo. Bagi yang suka SEO pasti akan langsung klik “continue reading” di bawah. Namun bagi yang kurang suka mungkin masih akan baca pelan-pelan.
Tapi tenang. :) Tips SEO yang akan saya berikan kali ini amat gampang. Tak usah khawatir nanti tak bakal paham.
Yang saya akan bahas sekarang adalah mengenai pentingnya penggunaan kata-kata di sekitar anchor text dalam artikel anda. Contohnya seperti ini. 
menulis seo jokosusilo
Seperti dalam artikel di sini itu, anchor textnya adalah “Google” dan sebelumnya terdapat kata “search engine”.
Seperti kita tahu, link itu punya peranan penting dalam SEO. Dan tak cuma anchor textnya saja yang perlu diperhatikan, namun juga kata-kata di sekitar anchor text tersebut. Link tersebut akan lebih teroptimasi jika disekelilingnya diberi dengan kata-kata yang relevan.
Sangat mudah bukan?
Ya cara seo ini sangat simpel namun sering kali dilupakan. Padahal cukup punya peran untuk meningkatkan peringkat situs anda di search engine.
Pada SEO toko online, tentu sangat baik pada tiap produk ditambahkan dengan deskripsi yang sesuai. Pun boleh ditambahkan secara manual untuk membuat internal linking dengan produk lain yang sejenis atau bisa melengkapi produk. Jadi tak sekedar mengandalkan plugin yang akan meng-generate produk sejenis secara otomatis.
Cara menulis SEO ini bukan saja bisa diterapkan ketika anda menulis artikel, namun juga untuk dimanapun link anda berada. Misal, di sidebar, footer, ataupun saat berkomentar. Letakkan kata-kata yang berkaitan dengan anchor text tersebut agar efek SEO-nya lebih terasa.
Coba ACTION-kan dan rasakan peningkatan traffic ke web atau blog anda.
Salam ACT!ON

Jumat, 17 Mei 2013

PURSUE® Toilet Bowl Cleaner




Mengejar selalu pilihan Anda dalam pembersih mangkuk karena kekuasaan melalui tangguh noda karat, perubahan warna besi, kapur skala, dan penumpukan tanah, meninggalkan mangkuk Anda berkilau bersih dan lainlain.

Sekarang, Anda juga dapat percaya Mengejar Toilet Bowl Cleaner untuk membersihkan mangkuk Anda dengan menghilangkan 99,9% dari bakteri mandi umum. Ini sangat efektif pada seperti jahat, kuman penyebab penyakit seperti Staphylococcus, Salmonella, E. coli, dan Influenza tipe A. Anda bahkan tidak harus berpikir tentang hal itu. Cukup bersihkan mangkuk Anda dengan Mengejar Toilet Bowl Cleaner seperti biasa. Sesederhana itu!
manfaat
Serangan noda keras air mineral dan deposito, kapur skala, dan penumpukan tanah bahkan di bawah garis air.
Aman untuk septic tank dan pipa.



Kamis, 16 Mei 2013

Nutrilite Double X

Kombinasi 12 multi-vitamin dan 9 multi-mineral untuk kebutuhan nutrisi harian dan aktifitas harian,diperkaya 17 konsentrat tumbuhan sebagai antioksidan dari tanaman organik terbaik.
Nutrilite Double-X

Isi  3 x 62 tablet
Harga Rp 550.000.-

Manfaat :
  • Sebagai antioksidan
  • Mengandung tambahan konsentrat yang berasal dari tanaman organik terbaik menggunakan teknologi kromatografi untuk menentukan kandungan fitonutrisinya
  • Mengandung tinggi kalsium baik untuk kesehatan tulang dan gigi Read the rest of this entry »

Incoming search terms:

Nutrilite CLA-500

CLA 500 sangat efektif untuk membakar lemak dan membentuk otot tapi harus disertai dengan olahraga. Kandungan Conjugated Linoleic Acid (CLA) yang berasal dari 100% minyak safflower alami membantu untuk pembentukan otot dan menjaga kehilangan massa otot tubuh.
Nutrilite CLA-500

Harga : Rp 577.000.-
Isi : 90 softgel

Manfaat :
  • Membentuk badan, tanpa menurunkan berat badan. CLA membantu mengurangi lemak tanpa mempengaruhi berat badan secara langsung, melainkan mengubahnya menjadi massa otot.
  • Rendah Kalori, CLA banyak terdapat dalam daging, keju dan produk hewani lain yang mengandung lemak jenuh dan kalori. NUTRILITE mengambil CLA dari minyak safflower yang akan meminimalkan kalori. Read the rest of this entry »

Nutrilite Carb Blocker

Ekstrak Kidney Bean, kedelai dan konsentrat Parsley, merupakan paduan yang unik yang bermanfaat untuk membatasi penyerapan karbohidrat. Suplemen ini sangat membantu program pengelolaan berat badan Anda, seperti yang diketahui asupan karbohidrat yang berlebihan dapat menimbulkan masalah karena karbohidrat yang berlebihan ini disimpan dalam tubuh dalam bentuk lemak.
Carb Blocker berfungsi untuk mengurangi penyerapan karbohidrat antara 50 – 75 %, yang bekerja dengan menetralkan enzim yang sudah dihasilkan dan tidak bekerja di level Sel sehingga tidak mengganggu Fungsi Kelenjar (Orlistat bisa merusak kelenjar).

Nutrilite Carb Brocker

Isi : 90 talet
Harga : Rp 407.000.-

Manfaat :
  • mengandung phaseolamin dalam ekstrak kidney bean untuk membatasi penyerapan karbohidrat, dengan cara menghambat kerja enzim pencerna karbohidrat kompleks
  • juga mengandung touchi dalam ekstrak kedelai untuk membatasi penyerapan karbohidrat
  • hanya bekerja membatasi penyerapan karbohidrat kompleks dan sederhana, namun tidak bekerja pada laktosa (gula susu) dan gula buah (fruktosa) Read the rest of this entry »

Jus jambu untuk demam berdarah

protein yang larut dalam air protein yang larut dalam darah protein yang membentuk serat otot protein yang mengatur sistem pertahanan alamiah
Pengobatan untuk penderita demam berdarah (DBD) adalah mencegah terjadinya dehidrasi..
Menurut dr. Muzal Kadim, Sp.A(K) dari Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM Sub Spesialis Gastroenterology Anak, pengonsumsian jus jambu klutuk yang diyakini sebagai ‘obat’ DBD justru memperparah tingkat dehidrasi. Kekurangan cairan justru memperparah kondisi penderita dan menimbulkan gangguan kesehatan lainnya, seperti diare
“Jus jambu atau jus apel memiliki osmolaritas (tingkat kepekatan untuk menarik air) tinggi. Hal ini akan memperparah tingkat dehidrasi tubuh dan akhirnya muncullah diare,” jelas dr. Muzal ditemui dalam acara Pocari Sweat beberapa waktu lalu.
Dr. Muzal menambahkan, pengonsumsian jus jambu sebagai obat DBD agak salah kaprah. Banyak masyarakat percaya bahwa jambu klutuk ampuh menaikkan jumlah trombosit darah. Namun bukan berarti jus jambu tidak bermanfaat bagi kita.
“Jambu itu tidak menaikkan trombosit darah. Namun, jambu memiliki vitamin C tinggi, yang berguna memperbaiki daya tahan tubuh melawan virus dengue (penyebab DBD). Trombosit penderita DBD akan naik secara perlahan dengan sendirinya,” tambahnya.
jual susu penambah berat badan makanan tinggi karbohidrat makanan tinggi protein kurang karbohidrat makanan tinggi protein rendah karbohidrat makanan tinggi protein untuk diet

Nutrilite Positrim

POSITRIM terdiri dari 2 rasa, cocoa dan cafe au lait dengan komposisi gizi lengkap yang terdiri atas karbohidrat, protein, vitamin, mineral serta dilengkapi serat membantu memenuhi kebutuhan gizi. Anda dapat menambahkan susu skim pada sarapan anda agar nilai kalori lebih tinggi untuk menggantikan porsi makan pagi sebagai bekal energi dalam beraktivitas. Kandungan serat dalam Positrim membantu anda mencukupi kebutuhan serat serta membantu mengontrol rasa lapar yang timbul karena serat memberi perasaan kenyang lebih lama.
Nutrilite Positrim Drink

Isi : 14 sachet
Harga : Rp 369.000.-

Manfaat :
  • Menggantikan nutrisi-nutrisi penting yang diperlukan oleh tubuh, yaitu : protein, karbohidrat, vitamin dan mineral.
  • Menggantikan sebagian atau melengkapi makan pagi dan makan malam anda dengan kalori rendah.
  • Mengandung gizi dasar, mencukupi kebutuhan gizi yang dibutuhkan dalam pola makan, sehingga mencegah terjadinya kekurangan mikronutrient dalam program diet. Read the rest of this entry »

kumpul bareng blog

Active Search Results